Kajangki dan Sumajo, Tarian Asli Luwu

7 07 2009

Pengantar

Berawal akan ketertarikan saya ketika semasa kuliah di Universitas Indonesia, tempat dimana kami dahulu sempat ditempa dalam penguasaan ilmu pengetahuan, saya kagum dan, ada rasa iri melihat teman-teman saya dengan tekun belajar Javanologi dan Sundalogi.Hal ini mengingatkan akan masa kecil saya di kampung, belajar banyak tentang La Galigo dari Pua Kannu dan kakak saya Alwi Azis dan Amin Wahid. Sudah menjadi kebiasaan saya bila pulang berlibur  di kampung halaman, saya selalu menyempatkan diri menemui Bapak Prof Zainal Abidin Farid di kota Makassar, kami sering berbincang cukup lama pada setiap kesempatan, beliau sangat senang karena masih ada orang seperti saya yang punya kepedulian tentang hal ini, dan berpesan jangan berhenti belajar , walaupun sebenarnya disiplin ilmu saya bukanlah pada bidang ini, tetapi walaupun demikian saya punya perhatian besar Masih teringat dalam ingatan saya ketika salah seorang guru sejarah kami mengajarkan tentang seni tari, dan beliau menyatakan bahwa tarian Pa’jaga berasal dari Luwu, sempat saya membantahnya bahwa itu tidaklah benar, tetapi tarian asli Luwu adalah Kajangki dan Sumajo, akan tetapi pada akhirnya saya mengalah ketika beliau menyatakan bahwa kalau ada pertunjukan kesenian di Istana Luwu tidak pernah kita melihat adanya tarian kajangki tetapi yang ada adalah tarian Pa’jaga. Sebagai murid yang masih sangat lugu saya tidak bisa membantahlagi dan untuk mementara menerimanya sebagai suatu kebenaran.Penasaran akan hal ini maka suatu ketika saya bersua dengan kakak saya Alwi Azis dan mempertanyakan hal ini kepada beliu, ternyata pendapat saya beberapa tahun yang lalu justru menurut beliau adalah yang betul dengan mengeluarkan dalil sebagai berikut, dalam buku Mulataue yang merupakan salah satu seri epos La Galigo disebutkan “ Kajangki ri Luwu, Masengo-sengo ri Mengkoka dan Mabbadong ri Toraja. Jadi menurut beliau tidak pernah diketemukan bahwa Pa’Jaga dari Luwu, justru tari pa’jaga ini lebih banyak dipengaruhi dari Makassar atau Goa.Jikalaupun kita mau menerima bahwa tarian pa,jaga dari Luwu dapat saja dibenarka karena hal itu terjadi pada Luwu di era modern (abad IX dan XX) tetapi pada era awal atau pertengahan fase pemerintahan Kerajaan Luwu hal itu tidak diketemukan.

Dalam rangka melestarikan kebudayaan nasional khususnya kebudayaan Luwu maka kami berusaha menampilkan synopsis tari kajangki dan sumajo dari Luwu berdasar dua buah tulisan tentang hal yang sama dari kakanda Almarhum Alwi Aziz yang beliau tulis di palopo bulan Desember 1986 dan Amin Wahid.

Wassalam.

Palu. 28 Juni 2009,

NAWAWI.S.KILAT


Aksi

Information

2 responses

23 04 2012
Shiddiq Suardi Limpo

sya membahas tentang tarian sumajo dan kajangki di skripsi saya mohon bantuannya

21 04 2015
Atillah al-ghifari

bisa disebutkan filosofi hidup LUWU…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: